“Jangan pernah makan sendiri”…..adalah sebuah
inspirasi yang sangat
indah
untuk memulai kehidupan yang indah.
Jika disediakan satu meja besar yang berisi penuh
dengan berbagi menu
makanan, kemudian semua orang duduk melingkar
dihadapan meja yang penuh
makanan tersebut, maka apa yang membedakan antara di
Surga dan di
Neraka
adalah sbb:
Di Neraka:
Semua orang yang duduk begitu diberika kesempatan dan
aba-aba untuk
memulai
makan, maka saling berebut makanan tersebut. Mereka
berusaha
mendapatkan
lebih banyak dari yang lain, menghalangi yang lain
mendapatkan makanan
dan
merebut porsi makanan yang ada jauh dari mejanya,
tanpa mempedulikan
apakah
yang lainnya kebagian atau tidak. Akibatnya bisa
dibayangkan, meja
makanan
menjadi berantakan, makanan berserakan dan semua orang
hanya saling
berebutan tanpa mampu menikmati makanan dengan tenang.
Di Surga:
Begitu diberikan aba-aba untuk memulai makan, maka
semua orang saling
memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengambil
makanan yang
terdekat
dengannya. Yang jauh akan menawarkan kepada yang
lainnya agar saling
bertukar dan mendapatkannya juga. Mereka menikmati
kebersamaan dengan
saling
memberi kesempatan dan saling membagi makanan yang
ada. Akibatnya tentu
bisa
dibayangkan, semua orang bisa duduk tenang mendapatkan
makanannya.
Itulah sesungguhnya kiasan bagi mereka yang memiliki
sikap mental
keberlimpahan dan sikap mental kelangkaan. Mereka yang
memiliki sikap
mental
keberlimpahan, memandang diluar sana ada kue hidup
yang sangat cukup
untuk
dinikmati bagi semua orang. Membantu orang lain
mendapatkan kue hidup
sama
saja dengan membantu dirinya mendapatkan kue itu dan
dia tidak pernah
merasa
bakal kehabisan kue tersebut.
Berbeda bagi mereka yang memiliki sikap mental
kelangkaan, dirinya
memandang
kue hidup diluar sana harus diperebutkan dengan saling
mengalahkan.
Jika
tidak berusaha mendapatkannya, pikirannya selalu takut
kehabisan. Maka
mereka berusaha mendapatkan sebanyak-banyaknya,
menimbunnya dan
memakannya
sendiri. Mereka tidak mempedulikan apakah orang lain
mendapatkannya atu
tidak, yang penting dirinya kenyang. Itulah yang
melahirkan manusia
serakah,
ingin mengambil dan memakan yang bukan haknya, karena
merasa memakan
haknya
saja tidak cukup.